«

Lebaran Kali Ini, Hanung Bramantyo Menantang Anda "Mencari Hilal"

»

Rangkaian panjang proses dalam "Mencari Hilal" dalam menentukan Ramadhan maupun Idul Fitri yang dilakukan setiap tahun, menarik minat Hanung Bramantyo untuk mengangkatnya kedalam sebuah film layar lebar bejudul "Mencari Hilal".

Hanung di daulat menjadi produser sama seperti film yang telah rilis sebelumnya dengan genre yang sama "Ayat-Ayat Adinda". Sutradara Indie, Ismail Basbeth (Another Trip to the Moon) mendapatkan kepercayaan untuk mendirect film ini, dan dibintangi oleh Oka Antara, Deddy Sutomo, Toro Margens, dan Erythrina Baskoro.

Film "hasil produksi bersama MVP Pictures, Dapur Film, Studio Denny JA, Argi Film, dan Mizan Production ini telah siap dirilis di bioskop mendekati momen lebaran tanggal 15 Juli 2015 mendatang.

Mencari Hilal mengisahkan tentang Mahmud yang dalam benaknya tak ada yang lebih mulia selain tulus berjuang menerapkan perintah Islam secara kaffah dalam semua aspek hidup. Bertahun-tahun lamanya Mahmud berdakwah agar setiap orang percaya bahwa Islam adalah satu-satunya solusi semua persoalan hidup.

Sayangnya semangat Mahmud tercederai saat Mahmud mendapati adanya isu sidang Isbat Kementrian Agama yang menelan dana 9 milyar untuk menentukan hilal. Perasaan terpukulnya atas realita itu membuatnya teringat lagi tradisi mencari Hilal yang dilakukan pesantrennya dulu. Sebuah tradisi yang sarat makna spiritual yang lama tak berjalan lagi sejak pesantrennya bubar puluhan tahun lalu.

Di penghujung umurnya yang menua, Mahmud ingin mengulang tradisiitu untuk membuktikan kepada semua orang bahwa ibadah tidak dibuat untuk memperkaya diri. Hilal bisa ditemukan tanpa harus menelan biaya milyaran. Sayangnya upayanya itu terhalangi oleh larangan Halida dan Hanifah, anaknya. Mereka mengkhawatirkan kesehatan Mahmud yang menurun.

Mahmud tetap bersikeras pergi. Akhirnya mereka membolehkan Mahmud pergi hanya jika ditemani Heli, anak bungsunya yang sejak lama pergi dari rumah karena selalu bertentangan dengannya. Heli sang aktivis lingkungan hidup ini kerap kali membuat Mahmud gerah dengan kritisme-kritisme sekuler liberal yang menurutnya sesat.

Heli sendiri sebenarnya menolak menemani Mahmud, namun terpaksa menuruti permintaan kedua kakaknya itu agar Hanifah yang bekerja di kantor imigrasi membantunya mengurus paspornya yang kadaluarsa bertepatan dengan libur lebaran. Dia butuh secepatnya keluar negeri membantu para aktifis dunia berjuang melawan perusakan lingkungan di Nicaragua.

Dengan kehadiran Heli yang sangat dibencinya, berhasilkah Mahmud memenuhi janjinya untuk melihat hilal di lokasi yang ditentukan dalam tradisi pesantrennya sebelum datangnya Idul Fitri? Berhasilkah Heli mendapatkan paspor barunya tepat waktu dengan membantu Mahmud yang selalu ingin dihindarinya itu?


Trailer

Keyword: hanung bramantyo, dapur film, ismail basbeth, oka antara, deddy sutomo, argi film, studio denny ja, erythrina baskoro, film mencari hial, film religi, mizan production, toro margens




Komentar