«

Penilaian Pemeran Film "Ada Surga di Rumahmu" Tentang Ustadz Ahmad Alhabsyi

»

Setelah bermain dalam film "Ada Surga di Rumahmu" Husen, Zee zee dan Nina tentu saja memiliki penilaian terhadap sosok Ustadz Ahmad Alhabsyi. Seperti yang disampaikan mereka saat berlangsung acara Meet and Great para pemeran film "Ada Surga di Rumahmu" hari Sabtu malam 14 Maret 2015 di Mall Pejaten Village. Film "Ada Surga di Rumahmu" memang membuat kesan yang yang mendalam terhadap

Ustadz yang berkelahiran Palembang yang lahir pada tanggal 17 Mei 1980 bagi para pemain film ini.Husen Al-atas yang berperan sebagai Ramadhan tidak menyangka bahwa ustadz jago banget aktingnya, bahkan menurutnya ia berpikir bahwa ustadz adalah aktor yang sebagai ustadz.

Sedangkan Zee Zee Shahab mengatakan bahwa ustadz tidak ada gap, suka bercanda, menjelaskan seperti teman dan sering mengisi saat break syuting dengan tausiyah. Hal yang sama dikatakan Nina Septiani, ustadz berani menceritakan titik balik dirinya dari kecil sampai saat ini. Ustadz ini luar biasa!!!

Film Ada Surga di Rumahmu bercerita kisah Ramadhan kecil yang nakal harus belajar di sebuah pesantren hingga dia merantau ke Jakarta.

Hidup Ramadhan berubah saat ustadz Athar, pimpinan pesantren, mengabarkan bahwa selama ini biaya belajar di pesantren dibayar Abuya dengan mendonorkan ginjalnya pada ustadz Athar. Kenyataan ini sangat memukul Ramadhan. Ia pun bercita-cita untuk sukses sebagai ustadz. Ketika Kirana, gadis yang dikenalnya di pesantren saat shooting film, mengundang ceramah di rumahnya membuat jalan Ramadhan sebagai ustadz semakin terbuka. Namun perkenalan dengan Kirana menyisakan rasa cemburu pada Nayla.

Cita-cita Ramadhan semakin diuji saat Umi yang sakit-sakitan terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit saat terjatuh dan muntah di pesta orang tua Kirana. Kejadian ini membuat Ramadhan semakin keras berusaha untuk membahagiakan Abuya yang kehilangan satu ginjalnya dan Umi yang stroke. Apakah Ramadhan berhasil membahagiakan kedua orang tuanya?


Keyword: zee zee shahab, nina septiani, ustadz ahmad alhabsyi, husen al-atas




Komentar