Tag "tika bravani"

Catatan Dodol Calon Dokter

Film "Catatan Dodol Calon Dokter" merupakan film adaptasi dari novel yang berjudul sama.Sinopsis film "Catatan Dodol Calon Dokter" berawal dari tiga alasan masuk Fakultas Kedokteran yang paling populer adalah: jaminan penghasilan, ijazah bergengsi atau pelancar dapat jodoh. Riva, calon dokter yang masuk Fakultas Kedokteran bukan karena ketiga alasan di atas, melainkan karena ikut-ikutan temannya yang bernama Evi, perempuan yang ia sebut sahabat sejak SMA.Ketika program ko-ass dimulai, kedekatan ...


selengkapnya



Shy Shy Cat

Sinopsis film "Shy Shy Cat" menceritakan tentang Mira (Nirina Zubir) sudah sukses membangun karirnya di Jakarta. Di ulang tahunnya ke 30, Abah (Budi Dalton), jawara kampung pemilik padepokan silat, menagih janji agar Mira pulang ke desa Sindang Barang untuk dijodohkan dengan Otoy (Fedi Nuril), teman masa kecilnya. Mira tidak mau pulang kampung karena merasa desanya tidak maju-maju. Apalagi dijodohkan dengan Otoy, anak yang seingatnya menyebalkan.Mira dibantu dua sahabatnya, Jessy (Acha Septrias...


selengkapnya



Cado-cado

"Cado-cado" bercerita tentang seorang mahasiswa kedokteran dan teman-temannya yang menjadi ko-ass di sebuah rumah sakit....


selengkapnya



Malaikat Kecil

"Malaikat Kecil" menceritakan tentang Budi (Dwi Sasono), penderita autis, bersama keluarganya datang ke Jakarta untuk mengadu nasib. Ia berusaha menepati janji untuk membelikan baju baru pada anaknya, Ratih (Rachel Patricia) dan Iyan (Delon), jika mereka mampu puasa sebulan penuh selama Ramadhan.Nasib bicara lain. Sepeda yang dipakai untuk berkeliling berjualan ikan hias tertabrak mocil yang ditumpangi orang kaya. Ketika mendekati Lebaran, tiba-tiba Iyan terserang demam berdarah dan harus dirawa...


selengkapnya



3 (Tiga)

“3” akan berlatarkan pada Jakarta di tahun 2036, begitu banyak terjadi perubahan. Negara sudah kembali damai dan sejahtera sejak perang saudara dan pembantaian kaum radikal berakhir di Revolusi tahun 2026 lalu.Hak asasi manusia menjadi segalanya. Peluru tajam sebagai senjata pembunuh sudah menjadi ilegal, sehingga aparat cukup diberikan peluru karet untuk menangkap penjahat dan teroris yang masih tersisa. Satu dilema yang sangat menyulitkan, dimana beberapa kelompok radikal kembali bangkit d...


selengkapnya