Tag "safira"

Bernuansa Religi, Film "Surga Menanti" Siap Tayang Ramadhan Ini

Menyambut puasa, sepertinya akan disuguhkan film-film Indonesia yang siap menemani kita, salah satunya adalah film "Surga Menanti", produksi Khanza Film, garapan Hasto Broto yang terinspirasi dari perjuangan seorang anak tuna netra penghapal kitab suci Al Quran.Pesan moril dalam film "Surga Menanti" diutarakan oleh produser sekaligus penulis cerita film ini."Film ini mengajarkan bagaimana orangtua mendidik anaknya untuk mencintai Allah dan Al Quran. Salah satu bekal yang terbaik adalah bekal akh...


selengkapnya



Surga Menanti

Sinopsis film "Surga Menanti" menceritakan tentang Dafa (Syakir Daulay) bercita-cita menjadi seorang hafizh (penghafal) Quran. Di saat keinginannya hampir tercapai, cobaan berat datang. Sang ibu, Humaira (Umi Pipiek Dian Irawati) mendapat vonis dokter menderita leukimia. Sang ayah, Yusuf (Agus Kuncoro) meminta Dafa untuk pulang dan menemani ibunya yang dalam keadaan kritis. Dafa terpaksa kembali ke rumah dan sekolah di kampungnya....


selengkapnya



Ketika Cinta Bertasbih 2

"Ketika Cinta Bertasbih 2" merupakan kelanjutan film "Ketika Cinta Bertasbih" yang kini menceritakan Azzam setelah lulus dari Al-Azhar University, Azzam kembali ke kampung halamannya di Solo. Sayangnya, bekal sarjana luar negeri tidak membuatnya mudah mencari kerja. Apalagi ada kesan bahwa lulusan universitas Al-Azhar otomatis jadi kyai atau ulama. Ibu Azzam pun minta Husna, adiknya Azzam untuk membantu mencarikannya kerja, apapun pekerjaannya asal Azzam keluar dari rumah dan terkesan bekerja.Na...


selengkapnya



Ketika Cinta Bertasbih

"Ketika Cinta Bertasbih" menceritakan tentang Khairul Azzam, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Al-Azhar University, Kairo. Sambil menjalani kehidupannya sebagai mahasiswa, Khairul juga berjuang untuk menghidupi ibu dan adik-adiknya di kampung. Saat bergelut dengan perjuangannya, Khairul menemukan jodoh yang tetap selalu teguh berpedoman kepada ajaran agama....


selengkapnya



Cahaya dari Timur: Beta Maluku

Awal tahun 2000, Sani Tawainela, mantan pemain Tim Nasional U-15 Indonesia di Piala Pelajar Asia tahun 1996 yang gagal menjadi pemain professional mengalami guncangan besar. Sani menyaksikan tertembaknya seorang anak dalam sebuah kontak senjata di Ambon. Sani yang kembali ke Tulehu, desa kelahirannya yang berjarak 25 kilometer dari kota Ambon dan menyambung hidup sebagai tukang ojek menyaksikan keterlibatan anak-anak dalam konflik agama di Maluku.Sani lalu mengadakan latihan sepak bola untuk men...


selengkapnya