Tag "arswendi nasution"

Istirahatlah Kata-kata

Sinopsis film "Istirahatlah Kata-kata" bercerita tentang Wiji Thukul, seorang penyair yang dikenal karena kelantangannya meneriakkan ketidakadilan di masa protes politik meningkat. Ketika kerusuhan Jakarta 1996, dia dan beberapa aktivis dituduh bertanggung jawab dan dikejar aparat keamanan. Dipaksa pergi, Wiji terbang ke Pontianak di mana dia bersembunyi selama delapan bulan, kadang bersama orang asing. Di sana dia mengganti identitasnya beberapa kali, tapi masih juga menulis puisi dan cerita pe...


selengkapnya



Sang Penari

"Sang Penari" merupakan sebuah cerita cinta yang terjadi di sebuah desa miskin Jawa Tengah pada pertengahan 1960-an. Rasus, seorang tentara muda, menyusuri kampung halamannya, mencari cintanya yang hilang: Srintil.Ketika keduanya masih sangat muda dan saling jatuh cinta di kampung mereka yang kecil dan miskin, Dukuh Paruk, sesuatu menghalangi cinta mereka. Kemampuan menari Srintil yang magis membuat para tetua dukuh percaya bahwa Srintil adalah titisan ronggeng.Ketika Srintil menyiapkan diri unt...


selengkapnya



Sanubari Jakarta

Pembalut (Billy Christian)Bercerita tentang pasangan lesbian Theresia dan Bianca, yang berada dalam sebuah kamar motel. Mereka memperdebatkan mulai dari bra yang saling tertukar, serta masalah utama bahwa Theresia memutuskan untuk menikah dengan seorang pria serta masalah Bianca yang sedang datang bulan di hari terakhir mereka bertemu. Datang pula seorang perempuan desa yang mengaku pacar Bianca. Semua karakter perempuan di film ini dimainkan oleh satu orang.Kentang (Aline Jusria)Sebuah cerita d...


selengkapnya



Rumah Pondok Indah

Patung perempuan karya Tio (Arswendi Nasution) menjadi awal segalanya. Patung itu terus menghantui keluarga yang menempati rumah Tio. Bahkan anak keluarga itu tewas tertabrak metromini tak jauh dari rumah. Firdha (Chintami Atmanegara) serta kedua anaknya, Elsie (Asha Shara) dan Ian (Ricky Harun), menggantikan keluarga yang tertimpa bencana itu. Firdha bersukacita bisa mendapatkan rumah itu seharga Rp 500 juta, jauh di bawah standar harga rumah lain di kawasan itu. Namun, hantu jadi makin banyak...


selengkapnya



Ruang

Film dibuka dengan kedatangan seorang pria tua bernama Rais (Slamet Rahardjo). Seorang diplomat yang kembali ke tanah air karena ibundanya meninggal. Ia datang ke rumah adiknya, Rima (Reggy Lawalata). Suasana kaku tercipta karena dua bersaudara itu terlibat perang dingin. Penggambaran masa Rais dan Rima merupakan Ruang masa kini, yang kemudian mengantarkan penonton memasuki Ruang masa lalu. Sang ibunda menitipkan sebuah `kotak pandora', yang menjungkir balikkan kehidupan Rais. Cerita pun berjala...


selengkapnya