«

MD Pictures Umumkan Sequel Film "Ayat-Ayat Cinta"

»

Seperti tak mau ketinggalan, salah satu film terlaris Indonesia, "Ayat-Ayat Cinta", akan segera dibuatkan sequelnya, seiring dengan perilisan versi novel "Ayat-Ayat Cinta 2" oleh Habiburrahman El-Shirazy yang telah rilis di toko buku seluruh Indonesia sejak November 2015 lalu.

MD Pictures kembali akan memproduksi film ini yang tetap menggunakan team yang pernah sukses menggarap film "Ayat-Ayat Cinta" pada tahun 2008 lalu yang berhasil meraup 3,5 Juta penonton.

Dilansir oleh Manoj Punjabi, sebagai produser film ini, ia masih dalam tahan pencarian penulis skenario yang akan mengadaptasi novelnya ke layar lebar, namun sayang apakah pemeran film Ayat-Ayat Cinta sebelumnya akan bergabung kembali belum ada kepastiannya, rencananya film ini akan dirilis akhir tahun ini.

"Ayat-Ayat Cinta 2" mengisahkan mengenai Fahri, yang kini tinggal di Edinburgh dan bahkan menjadi dosen di University of Edinburgh, terpaksa menjalani ke hidupan sehari-harinya sendirian. Bersama dengan Paman Hulusi, asisten rumah tangganya yang berdarah Turki, ia meneruskan kehidupannya tanpa Aisha.

Terkadang Fahri masih saja menangis saat mengingat kenangan-kenangannya bersama Aisha. Kenyataan bahwa istri yang sangat dicintainya itu kini menghilang entah kemana, membuatnya nelangsa dan hampir putus asa. Maka ia menghabiskan hari-harinya dengan menenggelamkan diri dalam kesibukan pekerjaan, penelitian, mengajar, dan bisnis yang dulu dikelola berdua bersama Aisha.

Aisha menghilang dalam sebuah perjalanan ke Palestina bersama teman wanitanya saat ingin membuat cerita dan reportase tentang kehidupan di sana. Teman Aisha ditemukan dalam keadaan sudah kehilangan nyawa dan kondisi tubuh yang mengenaskan dan sangat mungkin kondisi Aisha juga sama meski tubuhnya belum ditemukan saat ini.

Sudah lebih dari dua tahun Fahri berduka dan tenggelam dalam usaha pencarian istri yang sanagat dicintainya itu. Ia pun pindah ke Edinburgh karena itulah kota yang sangat disukai Aisha di dataran Inggris. Dengan menyibukkan dirinya, ia berusaha menyingkirkan rasa sedihnya sekaligus memperbaiki citra Islam dan muslim di negeri dunia pertama itu. Ia berbuat baik pada tetangganya, menyebarkan ilmu agama pada berbagai pihak, dan membantu orang-orang yang butuh bantuannya tanpa memandang bulu.

Berbagai kegiatan menyibukkan dirinya, hingga sebuah pertanyaan mengusik datang dari berbagai pihak. Akankah ia membujang seumur hidup setelah ditinggal Aisha? Akankah ia bertemu dengan istrinya itu sekali lagi?


Keyword: habiburrahman el-shirazy, film adaptasi novel habiburrahman el-shirazy, sequel film ayat-ayat cinta




Komentar