Charles Bellow (Jesse Bradford), lahir di French Link Indiana, anak yang dibanggakan oleh keluarga Bellow, dan menjalankan cita-citanya di New York. setelah kematian sepupunya dia mulai menghargai hidup dan mencari prioritas dalam hidup. Dia bertemu dengan seorang gadis yang ditemuinya di taman kota, dan diselamatkannya dari kecerobohan gadis itu yang hampir ditabrak kereta api bawah tanah, dan harus membawanya ke asrama kampus karena gadis itu tertidur di subway. Ada sesuatu yang dirasakannya, terkadang kita akan menemukan orang yang pernah bersama dengan kita di kehidupan yang lalu atau di kehidupan yang akan datang.
Jordan Roark (Elisha Cuthbert), itu nama gadis tersebut, gadis menyedihkan dan menghabiskan waktunya dengan mabuk-mabukan karena ditinggalkan oleh tunangannya. Hidup charlie mulai berantakan dengan kehadiran Jordan yang selalu membuat kekacauan, atau mungkin bisa di sebut sedikit gila. Usaha membuat lelucon yang mengerikan untuk film ini, dengan pola pikir penulis naskah yang agak berantakan, ditambah dengan acara penyanderaan mereka berdua dalam tempat bermain oleh seorang laki-laki patah hati yang ditinggalkan kekasihnya.
Jordan dan Charles semakin dekat, walaupun terkadang Jordan menjadi orang yang selalu memimpin dalam setiap kejadian, dia memegang kendali keadaan, tetapi Charles kadang menyukainya, dan tentu tidak bisa membencinya. What kind the stupid movie is this? Ok, lebih menyenangkan menonton korean drama yang memiliki judul hampir sama “Sasshy Girl” yang tentunya lebih menarik ketimbang menghabiskan waktu hampir 2 jam untuk menonton film gak tentu arah ini. Ditambah kelakukan Jordan yang sok kekanak-kanakan, mabuk-mabukan, dan selalu mengganggu Charlie, tepatnya karirnya yang baru di bentuk.
Walaupun pemainnya bisa dikatakan “Hot“, but not for the movie, lelucon ala New York yang menyebalkan makin parah setiap menitnya, tapi intinya film ini mengajarkan cinta, em, walaupun dia error, Charles atau yang dipanggil Charlie ini tetap saja ingin menemuinya, alasannya karena dia mencintainya. Hingga suatu hari Jordan tidak menemuinya lebih dari 3 minggu, dan ketika Jordan menelponnya malah dia harus bertemu dengan Jean Jacques lelaki yang dijodohkan kepadanya, tetapi sebelum Jordan mengatakan hal-hal tertentu, Charlie mengajarkan Jean bagaimana memperlakukan Jordan dengan baik, sehingga bisa mendapatkan apa yang dia rasakan bersama Jordan, kebahagiaan dari segala kekacauan yang dibuatnya. Jordan mengejarnya dan memintanya kembali, dan tidak meninggalkannya.
Seperti biasa Jordan meminta Chalie dengan polah yang aneh, dan kali ini dia meminta Charlie untuk menemuinya ditaman, dan memintanya masing-masing menuliskan surat dan di tanam di sebuah pohon, dan pada tepat satu tahun kemudian pukul 2 siang, mereka bisa saling membaca surat itu bersama-sama. Walaupun terkesan aneh, akhir cerita mulai sedikit menarik, ketika mereka harus berpisah, dan Charlie harus menunggu selama 1 tahun untuk menantikan untuk kembali bertemu dan membaca surat mereka bersama-sama, tapi Jordan tak pernah datang untuk membaca suratnya, di dalam suratnya dia menceritakan semua, bahwa tunangannya yang ternyata telah meninggal, dan Charlie mengingatkannya padanya, oleh sebab itu dia melakukan hal-hal yang sama dengan tunangannya.
Ternyata Jordan datang di esok harinya, bertemu dengan lelaki tua yang sering datang ditempat tersebut, atau bisa dikatakan dialah pemilik pohon tersebut, dia menceritakan detail tentang pohon yang sudah tumbang karena tersambar petir tepat 4 bulan sebelum Jordan datang, dan Charlie kembali menanamnya kembali, serta surat yang telah dibaca olehnya, begitu juga surat Charlie untuknya, “menyentuh”, itu yang dikatakannya, dan memang surat Charlie sangat menyentuh, seluruh kata hatinya benar-benar tertumpah pada surat itu. Jordan yang awalnya tidak ada keberanian untuk menemui Charlie, dipertemukan kembali dengan Charlie melalui pertemuan yang diatur oleh ibu tunangannya. Jordan ternyata adalah tunangan sepupu Charlie yang telah meninggal dan yang akan dikenalkan oleh tantenya kepadanya. Dan cerita cinta mereka kini dimulai…
Note yang bagus di ujung cerita “You still have to build a bridge… to the one you love”.
Film: My Sassy Girl
Note: You still have to build a bridge… to the one you love
Sponsor Review: The Best Movie Review
Rating: 



Popularity: 4% [?]
tlng di jawab secepanya