Mungkin Anda pernah dengar dengan yang namanya Ibu Pinjaman? Jadi Anda menyewa seorang wanita untuk mengandung anak Anda, karena ketidak mampuan Anda untuk mendapatkan anugrah tersebut.
Apakah di Indonesia sudah ada seperti itu, mungkin sudah ada, mungkin juga belum, karena biaya yang dibutuhkan juga relatof mahal, selain Anda harus membiayai semua proses pemindahan indung telur Anda kapada wanita yang ingin Anda tumpangi, juga harus membayar sang ibu, belum lagi menanggung seluruh kebutuhan sang ibu selama 9 bulan mengandung anak Anda.
Sebenarnya apa yang mendorong mereka melakukan ini?, hampir 98% orang murni menginginkan anak, karena tidak memiliki kemampuan untuk itu, selebihnya, karena mereka adalah Homo, Lesbian, atau bahkan tidak ingin merusak tubuh mereka dengan mengandung seorang anak, ini yang menurut saya lebih aneh, dan ini biasa terjadi pada kalangan wanita karir yang tidak ingin dipusingkan dengan urusan bayi, perubahan bentuk tubuh dan lain sebagainya. Konyol memang, tapi ini terjadi.
Kontraversi ini pernah menjadi bahasan hangat, sama halnya dengan adanya sistem kloning terhadap manusia yang dilakukan kini secara sembunyi-sembunyi, menyalahi takdir memang tetapi beberapa ahli berucap ini untuk mengenerasi seseorang yang memang penting dan berguna untuk dunia. Beberapa film membahas hal ini juga, termasuk ibu pinjaman.
Tetapi pada kenyataan hubungan sang ibu dengan anak akan terbentuk selama sang ibu mengandung anak tersebut, walaupun DNAnya bukan milik dari sang ibu yang mengandung, melainkan dari orang lain. Kebanyakan dari ibu pinjaman malah tidak merelakan anak pinjaman mereka dikembalikan kepemiliknya, atau bahkan terpaksa untuk itu, karena adanya kontrak yang mengikat mereka.
Baby Mama yang di perankan oleh Tina Fey sebagai penyewa, dan Amy Poehler sang ibu pinjaman, merupakan salah satu film yang baru-baru ini menceritakan hal yang sama, klasik dengan kisah yang berbeda sedikit walaupun intinya sama, di India film bentuk ini pernah di produksi dengan judul Chori-chori Chupke-Chupke yang diperankan oleh Salman Khan, Rani dan Preety Zinta.
Makna dari film tersebut bisa kita tarik dengan konsep yang berbeda, sesuai dengan cara pandang masing-masing, tetapi dari film-film yang berbau seperti memberikan sebuah opsi bahwa Anda bisa mendapatkan anak dengan cara tersebut, bukan pilihan yang murah, Anda harus menguras kocek lebih dalam untuk itu.
Berbeda dengan cerita Chori-Chori Chupke-Chupke, dalam film Baby Mama, Kate (Tina Fey) akhirnya bisa mengandung dari kemustahilan untuk mendapatkan anugerah tersebut, setelah dibalut kekecewaan bahwa sebenarnya Anggie (Amy Poehler) tidak mengandung anaknya, melainkan anak hubungan Anggie dengan suaminya.
Yang menarik ada makna bahwa ada hasil manis dari sebuah kesabaran, dan bentuk keajaiban satu kemungkinan dari sejuta kemungkinan dia bisa mengandung anak yang diidam-idamkannya. Tapi berapa persen orang yang dapat memahami pesan moral sebuah film? survei menyatakan 35% diantaranya menjadikan film sebagai contoh dan layak untuk ditiru.
Nah kita harap semoga bentuk praktik Ibu Pinjaman tidak ada di Indonesia dalam bentuk badan atau agensi seperti halnya pada film Baby Mama.
Popularity: 5% [?]
Dia selalu masukin isu gender, rasial ma politik.
Baby Mama ini pada beberapa bagian lucu banget. Namun tetap 30 Rock jauh lebih lucu.